Hitung modal per porsi.

Tulis bahan-bahan satu resep. Langsung kelihatan modal tiap porsinya, untungmu, dan harga jual yang pantas. Gratis, tanpa daftar, tanpa email. Hitungannya jalan di HP-mu sendiri.

Bahan untuk satu resep

Isi seperti caramu belanja. Harga satu kemasan, isinya berapa, lalu berapa yang dipakai sekali masak. Satuannya bebas: gram, ml, atau butir. Yang penting isi kemasan dan pemakaiannya memakai satuan yang sama.

Rp
Rp
Rp

Modal per porsi

Rp 8.200

Modal satu resep Rp 8.200 ÷ 1 porsi

Untung

Rp 11.800

Untung (%)

59%

Modal (%)

41%

Kalau mau untung segini

Untung 60%jual Rp 20.500
Untung 65%jual Rp 23.429
Untung 70%jual Rp 27.333

Di usaha makanan, modal bahan biasanya dijaga 30–35% dari harga jual. Sisanya untung 65–70%. Minuman biasanya modalnya jauh lebih kecil.

Modal tiap bahan

Ayam filletRp 6.000
Minyak gorengRp 1.000
Bumbu & tepungRp 1.200

Harga bahan berubah terus. Menghitung ulang semua menu tiap kali itu melelahkan. Di Kassa POS, modal tiap menu dihitung sendiri dari bahan bakunya, dan ikut terpotong tiap ada yang beli.

Coba gratis

Kenapa jualan ramai tapi uangnya tidak terasa?

Omzet dan untung itu dua hal berbeda. Yang paling sering dilihat justru omzet. Uang yang masuk terasa banyak. Tapi sisa uang setelah dipotong harga bahan jarang dihitung.

Harga bahan naik pelan-pelan. Ayam naik seribu, minyak naik dua ribu. Sementara harga di daftar menumu tidak berubah berbulan-bulan. Menu yang dulu untungnya tebal jadi menipis. Sering kali yang paling parah justru menu terlarismu, karena itu yang paling sering kamu masak.

Ramai tidak sama dengan untung. Yang menentukan untung adalah selisih harga jual dengan modal per porsi. Selisih itu cuma kelihatan kalau modalnya kamu hitung.

Cara menghitung modal satu porsi

modal satu bahan = harga kemasan ÷ isi kemasan × jumlah yang dipakai

modal per porsi = jumlah modal semua bahan ÷ jumlah porsi

Hitungannya sederhana. Urutannya sengaja mengikuti cara kamu belanja.

Contohnya ayam geprek. Kamu beli ayam fillet 1 kg seharga Rp 40.000. Sekali masak kamu pakai 150 gram. Jadi modal ayamnya: 40.000 ÷ 1.000 × 150 = Rp 6.000. Hitung begitu juga untuk minyak, tepung, dan bumbunya. Jumlahkan semuanya, lalu bagi dengan jumlah porsi yang jadi dari resep itu.

Sesudah dapat angkanya, bandingkan dengan harga jualmu. Di usaha makanan dan minuman, harga bahan biasanya dijaga di 30–35% dari harga jual. Kalau angkamu jauh di atas itu, ada dua jalan: naikkan harga, atau perbaiki porsi dan cara belanjanya.

Yang melelahkan bukan hitungannya, tapi mengulanginya. Harga bahan berubah terus, dan tiap perubahan membuat hitungan lamamu tidak berlaku lagi. Catatan di buku atau di Excel hampir selalu berhenti diperbarui di bulan kedua.

Pertanyaan soal modal per porsi

Modal per porsi adalah uang yang benar-benar keluar untuk membuat satu porsi yang kamu jual, yaitu harga bahan-bahannya. Contoh: seporsi ayam geprek memakai ayam Rp 6.000, minyak Rp 1.000, dan bumbu Rp 1.500. Berarti modalnya Rp 8.500. Omzet cuma memberitahu berapa uang yang masuk. Modal inilah yang menentukan berapa yang jadi untung. Di buku usaha, angka ini disebut harga pokok penjualan atau HPP.